Teosofia Kartono

Teosofia Sosrokartono dapat dipahami dengan adagium terkenalnya, “Digdaya tanpa Aji”, yaitu kearifan ilahi sebagai rahasia pengetahuan dan sumber kekuatan atau sumber keselamatan seorang insan tidaklah diperoleh dari suatu keajaiban eksternal dan rekayasa irasional. “Digdaya tanpa Aji” meliputi tahapan “Aji Tekad” yang merupakan kesatuan internalisasi “Caturmukti” seseorang dan hal tersebut memprasyaratkan kesadaran akan hakikatdiri. Tahap berikutnya…

Etika Sosrokartono

“Bertekad bahwa keyakinan (di dalam diri) itu melebihi kekuatan.”

Humanisme Sosrokartono

“Menerima dengan pasrah. Tiada pamrih, jauh dari takut. Abadi tiada duka, tiada suka. Tenang memusat, bahagia bertakhta.”

Filsafat Sosrokartono (2)

“Memasang Alif itu seharusnya dengan laku. Tidak boleh menggantungkan itu begitu saja dan ditinggalkan seperti menjemur pakaian.”

Tempat Suci Sunda Wiwitan

Tempat suci atau tempat pemujaan yang dianggap sakral atau keramat dalam Agama Sunda Wiwitan adalah

Kearifan Sosrokartono

Gagasan-gagasan dasar Kartono dapat kita temukan dalam kitab-kitab kearifan Alquran dan Alkitab tersebut….