A reflection note on International Women’s Day.
Category: Teosofia Nusantara
Rok dan Gender
Bagaimana bangsa-bangsa Austronesia memandang gender?
Teosofia Kartono
Teosofia Sosrokartono dapat dipahami dengan adagium terkenalnya, “Digdaya tanpa Aji”, yaitu kearifan ilahi sebagai rahasia pengetahuan dan sumber kekuatan atau sumber keselamatan seorang insan tidaklah diperoleh dari suatu keajaiban eksternal dan rekayasa irasional. “Digdaya tanpa Aji” meliputi tahapan “Aji Tekad” yang merupakan kesatuan internalisasi “Caturmukti” seseorang dan hal tersebut memprasyaratkan kesadaran akan hakikatdiri. Tahap berikutnya…
Etika Sosrokartono
“Bertekad bahwa keyakinan (di dalam diri) itu melebihi kekuatan.”
Humanisme Sosrokartono
“Menerima dengan pasrah. Tiada pamrih, jauh dari takut. Abadi tiada duka, tiada suka. Tenang memusat, bahagia bertakhta.”
Aksiologi Sosrokartono
“Di mana pun engkau temukan kegelapan, maka terangilah.”
Filsafat Sosrokartono (2)
“Memasang Alif itu seharusnya dengan laku. Tidak boleh menggantungkan itu begitu saja dan ditinggalkan seperti menjemur pakaian.”
Kearifan Sosrokartono
Gagasan-gagasan dasar Kartono dapat kita temukan dalam kitab-kitab kearifan Alquran dan Alkitab tersebut….
Kehidupan Zuhud Sosrokartono
Sepulang dari Eropa, Sosrokartono melakukan pengobatan secara gratis. ..
Filsafat Sosrokartono (1)
Filsafat Sosrokartono terdiri dari empat pokok ajaran-ajarannya…
